About Matthew Wetik

The Person
Behind the Machine.

Seorang siswa, saya berusia 17 tahun di SMA Rex Mundi Manado — menjelajahi titik temu antara logika, rasa ingin tahu, dan batas digital.

The Intersection of Logic and Curiosity

Perkenalkan nama saya Matthew Samuel Eleazar Wetik, umur Saya 17 tahun, dan saat ini Saya menempuh pendidikan di SMA Rex Mundi Manado. Di balik rutinitas akademis, saya menghabiskan sebagian besar waktu di depan layar komputer, bereksperimen dengan teknologi, dan belajar tentang keamanan siber.

Di luar lingkungan SMA Rex Mundi, saya sering menghabiskan malam untuk membedah protokol komunikasi dan mendalami bagaimana enkripsi melindungi data kita. Bagi saya, cybersecurity bukan hanya tentang pertahanan, tetapi juga tentang seni memahami psikologi di balik sebuah sistem.

Selain keamanan siber, saya memiliki ketertarikan mendalam pada desain web sebagai bentuk ekspresi digital. Bagi saya, interface adalah jembatan antara mesin yang dingin dan pengalaman manusia yang hangat. Saya mengeksplorasi lebih dari 20 estetika desain yang berbeda—mulai dari minimalisme Bauhaus hingga distopia Cyberpunk—untuk memahami bagaimana visual dapat memengaruhi emosi dan navigasi pengguna.

Saya percaya bahwa teknologi terbaik adalah yang memberdayakan penggunanya tanpa mengorbankan privasi. Itulah alasan mengapa saya sangat vokal mengenai penggunaan software open-source dan self-hosting. Perjalanan saya baru saja dimulai, dan setiap baris kode yang saya tulis adalah langkah menuju pemahaman yang lebih dalam tentang semesta digital yang tanpa batas ini.

Technical Expertise &
Digital Capabilities

Sebagai seorang praktisi mandiri, saya telah mengasah kemampuan di berbagai lini teknologi vital. Fokus utama saya adalah membangun sistem yang aman, cerdas, dan efisien melalui pendekatan hands-on.

Cybersecurity & Network Audit: Saya terbiasa bekerja di lingkungan Kali Linux untuk melakukan penetration testing dasar, audit keamanan jaringan WiFi, dan memahami vektor serangan modern untuk membangun pertahanan yang lebih solid.

AI Implementation: Pengalaman saya mencakup pengembangan agen otonom dan integrasi LLM (Large Language Models) baik melalui API maupun deployment lokal menggunakan Ollama dan Proxmox, memastikan privasi data tetap terjaga.

Server Orchestration: Mahir dalam mengelola infrastruktur homelab berbasis Proxmox VE, manajemen Virtual Machines, dan LXC containers untuk hosting layanan mandiri yang tangguh.


          
SYSTEM_CORE: ACTIVE

Current Projects & Ongoing Research

Dunia cybersecurity dan AI adalah dua pilar utama riset mandiri saya. Saya sering menghabiskan waktu di lingkungan Kali Linux untuk mempelajari mekanisme ethical hacking dan audit keamanan jaringan. Beberapa proyek yang sedang saya kembangkan (dan sebagian masih dalam tahap eksperimen intensif) meliputi:

🦅

Garuda

Lightweight AI agent framework for small LLMs. Dirancang khusus untuk memaksimalkan efisiensi pada model AI berukuran kecil agar dapat berjalan di hardware dengan resource terbatas, lengkap dengan tool support dan memory management yang optimal.

GitHub
🧠

Visor

Upaya integrasi asisten AI lokal ke dalam infrastruktur server untuk otomatisasi tugas. Proyek ini mengeksplorasi penggunaan local LLM untuk monitoring log server, memberikan peringatan keamanan, dan mengeksekusi otomatisasi secara aman tanpa koneksi internet luar.

Project Deep Dives

The Architecture of Innovation

Di balik setiap baris kode terdapat cerita tentang problem-solving dan dedikasi. Berikut adalah pandangan lebih mendalam tentang visi dan teknis dari proyek-proyek utama saya.

01 / Garuda Framework

Solving the Small Model Paradox

Garuda lahir dari sebuah rasa frustrasi teknis. Saat mencoba menjalankan framework agen populer seperti Hermes atau OpenClaw pada model bahasa kecil (SLM) berukuran 1B hingga 9B, saya terus-menerus menemui kegagalan sistem. Model-model kecil ini seringkali kesulitan mengikuti instruksi kompleks yang dirancang untuk GPT-4, mengakibatkan error yang berulang.

Saya memutuskan untuk membangun "copy" yang dioptimalkan: Garuda. Fokus utamanya adalah menciptakan pipeline yang toleran terhadap batasan kognitif model kecil tanpa mengorbankan fungsionalitas. Keunggulan unik Garuda adalah kemampuannya untuk belajar dari kesalahan dalam sesi chat; ia tidak hanya mengeksekusi, tetapi juga menyesuaikan perilakunya berdasarkan feedback sistem, menjadikannya framework paling handal untuk hardware dengan resource terbatas.

02 / Visor Integration

Project Visor: The Personal Jarvis

Setiap penggemar teknologi pasti pernah memimpikan memiliki asisten seperti J.A.R.V.I.S. milik Tony Stark. Visor adalah manifestasi dari mimpi tersebut dalam lingkungan homelab saya. Ini bukan sekadar chatbot; ini adalah upaya untuk menciptakan entitas yang sadar akan konteks infrastruktur saya.

Visor dirancang untuk menjadi pusat komando personal yang mampu berinteraksi dengan berbagai layanan di server Proxmox saya melalui suara atau teks. Meskipun masih dalam tahap pengembangan eksperimental, visi akhirnya adalah menciptakan asisten yang mampu mengantisipasi kebutuhan administrasi sistem saya, memberikan kesan "Iron Man" di kehidupan nyata melalui integrasi AI yang mendalam.

03 / Byte Antivirus

Byte: The Security Sandbox

Byte Antivirus dimulai sebagai sebuah "fun side project" dengan tujuan yang sangat serius: menguji batas kemampuan cybersecurity saya. Saya ingin tahu apakah saya bisa membangun sistem pertahanan yang mampu mendeteksi ancaman yang saya pelajari dalam modul penetration testing.

Melalui Byte, saya menyelami dunia malware, virus, dan trojan dari perspektif seorang pengembang. Proyek ini memaksa saya untuk memahami bagaimana proses windows bekerja dan bagaimana teknik deteksi heuristic dapat diimplementasikan secara efektif. Byte adalah laboratorium pribadi saya untuk bereksperimen dengan teknik reverse engineering dan penguatan sistem (system hardening), membuktikan bahwa cara terbaik untuk belajar siber adalah dengan membangun alatnya sendiri.

04 / Proxmox Infrastructure

The Proxmox Journey: Building the Bunker AI

Ketertarikan saya pada infrastruktur dimulai dari rasa penasaran tentang bagaimana sebuah server bekerja secara efisien di tingkat enterprise. Saat ini, saya mengelola server Proxmox pribadi yang berjalan di atas unit HP ProDesk 800 G3 Mini—sebuah bukti bahwa kekuatan komputasi besar tidak selalu membutuhkan ruang yang besar.

Dengan prosesor Intel Core i5 Gen 7, RAM 16GB, dan penyimpanan SSD 126GB, mesin kecil ini menjadi "jantung dan otak" dari seluruh homelab saya. Di sinilah saya bereksperimen dengan Virtual Machines (VM) dan menjalankan berbagai LXC container untuk layanan jaringan kritis. Lebih dari sekadar server, ini adalah 'Bunker AI' saya, tempat di mana saya meng-host model bahasa besar (LLM) secara lokal untuk memastikan privasi data tetap terjaga sepenuhnya, jauh dari jangkauan cloud publik.

Always Learning,
Always Documenting

Saya percaya bahwa cara terbaik untuk belajar adalah dengan mencoba hal baru dan merusaknya (secara aman) untuk kemudian memperbaikinya kembali. Blog ini adalah jurnal digital saya—tempat di mana saya mendokumentasikan pemikiran tentang desain, teknologi, dan pengalaman manusia di era digital. Saya selalu terbuka untuk diskusi mengenai homelab, keamanan sistem, atau sekadar berbagi ide tentang masa depan AI yang lebih terdesentralisasi.